• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Seruan rakyat bubarkan DPR


CARA BUBARKAN DPR.

Kita memilih wakil rakyat dengan harapan suara kita didengar, keadilan ditegakkan, dan masa depan bangsa dijaga. Namun, bagaimana jika DPR yang kita pilih malah mengecewakan, sibuk dengan kepentingan sendiri, dan melupakan rakyat yang memberi mandat?

Pertanyaan besarnya: Apakah rakyat bisa membubarkan DPR

Jawabarnnya: DPR bisa bubar dengan konstitusi, bukan emosi.

Mari kita lihat langsung dasar hukumnya, Pasal 7C UUD1945:“Presiden tidak dapat membubarkan Dewan Perwalkilan Ralyat.” Artinya, meskipun rakyat marah atau Presiden kecewa, DPR tetap harus ada. Kenapa? Karena DPR adalah wakil rakyat (legislatif), bukan bawahan Presiden (eksekutif). Jadi meski Presiden punya kekuasaan besar, tetap ada penyeimbang agar tidak jadi penguasa tunggal.

Tapi, apakah pernah DPR dibubarkan Presiden?

Jawabannya: Ya! Tahun 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden. Tapi itu di luar aturan UUD, terjadi dalam keadaan darurat, dengan dukungan rakyat & militer.

Lalu bagaimana DPR bisa bubar? Pasal 19 ayat (1)} Anggota DPR dipilih melalui pemilu setiap 5 tahun. Artinya: DPR hanya bisa "bubar, berakhir masa jabatannya lewat pemilu, lalu diganti wajah baru hasil pilihan rakyat. Bagaimana kalau rakyat semua tidak memilih DPR? Secara hukum, DPR tetap terbentuk. Karena undang-undang mewajibkan DPR ada sebagai bagian dari sistem negara. 

Tapi..

dampaknya sangat besar: 

1. DPR jadi lembaga tanpa legitimasi rakyat.

2. Muncul krisis kepercayaan publik.

3. Bisa memicu tekanan reformasi & amandemen UUD 1945 untuk menata ulang sistem perwakilan.

Artinya, jika bangsa ini ingin ada aturan resmi Presiden bisa bubarkan DPR (seperti di negara parlementer), maka jalannya hanya satu: 

Amandemen UUD 1945 oleh MPR.

Kalau DPR mengecewakan, apa yang bisa rakyat lakukan?

1. Jangan pilih lagi di pemilu. Catat politikus dan partainya, boikot agar tidak merugikan rakyat.

2. Awasi lewat opini publik & kritik terbuka.

3. Petisi & aksi massa tuntut keadilan.

4. Jika ada UU yang meresahkan, lakukan judicial review ke Mahkanmah Konstitusi.

5. Karena kekuasaan itu memabukkan, maka perlu campaign publik yang menggema, agar DPR dan Pemerintah sadar kekuasaan adalah amanah untuk mengangkat derajat rakyat, bukan malah menindas rakyat.

Kesimpulan:

DPR hanya bisa dibubarkan melalui konstitusi, bukan emosi. Rakyat bukanlah pion yang bisa dipermainkan. Tanpa rakyat, DPR hanyalah gedung kosong tanpa makna. Jika pemilu nanti tidak ada yang memilih, kursi DPR akan kosong-dan kekuasaan mereka runtuh dengan sendirinya. I Saat itulah, suara rakyat berubah menjadi gelombang besar. Bukan sekadar protes, melainkan peringatan keras: mandat sejati ada di tangan kita. Jangan biarkan wakil rakyat mabuk kekuasaan. Karena pada akhirnya, suara rakyat adalah palu godam yang bisa menjatuhkan siapa pun.

Share:

MISKIN BUKAN KARENA MALAS, LO HIDUP DI SISTEM RIBA .

 PERINGATAN: MISKIN BUKAN KARENA MALAS, LO HIDUP DI SISTEM RIBA


Dari Kecil Lo Didoktrin: "Sekolah yang rajin, biar bisa kerja bagus, punya rumah, hidup enak." Tapi nyatanya... Kerja udah bener, hidup tetep susah. Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin.Lo pikir lo kurang pinter. Kurang usaha. Kurang hoki. Padahal bukan itu masalahnya. Masalahnya: Sistem ini memang diciptakan biar lo tetep miskin.Kok Bisa? Siapa dalang dibalik semua ini?

Perkenalkan.. THE FED alias The Federal Reserve

Tahun 1910, sebuah rapat rahasia digelar. Lokasinya: Pulau Jekyll, Georgia, AS. Pesertanya: elite perbankan dunia, termasuk > Rothschild via perwakilan > Rockefeller > JP Morgan Total 7 orang. 

Hasilnya? Cikal bakal sistem bank sentral modern.1913: Undang-undang Federal Reserve disahkan. Tapi ada satu keanehan besar... Federal Reserve bukan milik negara. Tapi bank swasta.Mereka pegang kekuatan terbesar di dunia: Cetak uang kertas. Tanpa emas. Tanpa cadangan ril.

Uang kertas itu Hutang. Riba. Setiap uang kertas yang dicetak. 

= Beban bunga.

= Utang rakyat. 

Dan siapa yang dapet bunga? Pemilik saham Federal Reserve. Alias: private banker elite. Lo pikir Uang negara dari pajak? Salah. 

Negara minjem uang ke Fed. Pake bunga. Rakyat kerja, bayar pajak, buat bayar bunga itu.Setiap krisis ekonomi global? The Fed“nyelamatin"sistem dengan cetak duit lagi. Dikasih ke bank besar. Inflasi naik. Rakyat sipil makin kecekik. Lo dibikin miskin pelan-pelan.Inflasi itu bukan "kenaikan harga'. Tapi penurunan nilai uang. Gaji lo gak naik. Tapi harga barang naik terus. Karena uang dicetak tanpa batas. Siapa yang nyetak? THE FED.

Tapi lo gak pernah dikasih tau ini. Karena sistem dirancang biar lo sibuk kerja, sibuk jadi budak algoritma. Sampai gak sempet mikir: “Kok bisa ada yang cetak uang segampang itu sedangkan gua kerja mati-matian untuk dapetin uang yang di cetak dari angin?Bank Sentral kayak The Fed. Bukan solusi. 

Mereka bagian dari masalah. Selama uang dikuasai swasta, kita semua cuma budak dalam sistem utang.Mereka bilang: "Jangan kasih kekuasaan ke raja." Tapi sekarang.….. kita kasih kekuasaan ke bankir yang gak terpilih, gak bisa digugat, dan bisa cetak uang sepuasnya. Lo yakin ini bukan penjajahan versi modern?Kebanyakan orang.. gak pedui. gak tau. atau pura-pura gak mau tau. Karena kenyataan ini terlalu pahit. Tapi kalau lo udah baca sampai sini: Artinya Lo beda. Lo mau melek. Lo mau belajar.SOLUSINYA APA? Langkah pertama: SADAR. Lo gak bisa ngelawan sesuatu yang lo gak ngerti. Sekarang lo udah sedikit mulai ngerti. Dan itu bisa menjadi senjata paling berbahaya. Bukan buat demo. Tapi buat ambil kendali atas hidup lo sendiri.Langkah Kedua: Mau bebas dari sistem? Lo harus main di luar aturan mereka. Pegang kendali atas uang lo sendiri. Kurangi utang. Hindari riba. Pelajari uang sungguhan: emas. bitcoin. aset riil. Belajar skill yang dibutuhkan dunia. Bukan gaji tetap.Selama lo masih main di sistem mereka, Lo bakal terus jadi sapi perah. Mereka punya printer uang. Lo cuma punya waktu dan tenaga. Maka tugas lo: Ubah tenaga jadi aset. Ubah otak jadi senjata. Ubah info jadi kekuatan.


Source : alexgerung

Share:

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Label

Translate

Label