Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan finansial, terutama bagi para pekerja dalam mengatur dan mengelola keuangan mereka.
Terkadang meski punya gaji bulanan, namun rasanya masih saja kurang.
Mungkin mereka belum sempat memikirkan cara mengelola keuangan yang baik.
Karena masih ingin menikmati hidup, memenuhi kebutuhan penunjang gaya hidup, hingga gaji yang masih pas-pasan menjadi penyebabnya.
Kamu sebaiknya jangan sampai terjebak dalam beberapa kesalahan finansial yang fatal ini jika tak ingin sengsara di masa depan. Apa saja?
Tidak melakukan budgeting atau penganggaran setelah gajian
Bagi para pekerja, hari gajian memang menyenangkan. Berasa jadi sultan sesaat.
Namun banyak dari mereka yang tidak melakukan budgeting atau penganggaran setelah gajian.
Padahal hal ini sangat penting agar kamu bisa melacak segala transaksi keuangan baik itu pemasukan dan pengeluaran dengan baik.
Untuk itu, kamu bisa membagi anggaran keuangan ke berbagai pos keuangan.
Biasanya terdiri dari pengeluaran bulanan yang bersifat tetap, seperti tagihan, biaya hidup sehari-hari, tabungan, investasi, dan juga pengeluaran tidak tetap seperti entertainment (jajan, beli baju, tas), dan kebutuhan tersier lainnya.
Tidak memisahkan rekening untuk kebutuhan sehari-hari dengan rekening menabung
Memisahkan rekening untuk berbagai kebutuhan hidupmu sebenarnya sangat penting. Ini dilakukan agar uangnya tidak tercampur untuk kebutuhan lainnya.
Selain itu, memisahkan rekening juga membuatmu tidak boros dan fokus pada bujet yang telah ditetapkan.
Misalkan, rekening A hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, tagihan, cicilan, serta kebutuhan rumah tangga lain, dan rekening B khusus untuk menabung dan investasi.
Jika rekening A habis, maka jangan tergoda untuk mengambil uang dari rekening B, begitu pula sebaliknya. Kamu harus mampu mengelolanya dengan baik.
Dengan memisahkan rekening juga dapat membuatmu mampu menabung dengan fokus dan konsisten tanpa terambil dan tercampur oleh kebutuhan lainnya.
Kerap beli barang gak penting hanya karena FOMO
Memang, karena sudah punya uang sendiri, beberapa orang kerap kalap membeli barang-barang yang sebenarnya kurang penting dan tidak terlalu dibutuhkan hanya karena FOMO (takut ketinggalan tren) dan gelap mata. Hayo ngaku, kamu pasti pernah juga, kan?
Sesekali mungkin boleh, tapi kalau kebiasaan ini sering dilakukan, membuat kondisi keuanganmu gitu-gitu aja dan gak berkembang.
Istilahnya, jadi ‘bocor halus’. Nabungnya gak seberapa, bocornya luar biasa!
Untuk itu agar keuangan tetap terkontrol, kamu perlu bujet khusus untuk foya-foya atau hedon. Tetap bijak walau duit banyak!
Belum memiliki dana darurat
Fungsi penting dari dana darurat bisa diibaratkan pepatah “sedia payung sebelum hujan”.
Karena dana darurat berfungsi sebagai “payung” yang melindungi kamu dan keluarga, ketika “hujan” melanda alias dalam keadaan darurat.
Dana darurat juga termasuk salah satu fondasi keuangan yang perlu dimiliki. Tanpa fondasi yang kuat, kondisi keuanganmu jadi mudah runtuh.
Nah, untuk itu, sebelum kamu memulai berbagai rencana keuangan, lebih baik kumpulkan dana darurat dulu, ya.
Belum punya tabungan dan memulai investasi
Bagi para pekerja, sangat penting untuk selalu berpikir jangka panjang untuk masa depan.
Salah satunya memikirkan cara agar tidak hanya menggantungkan hidup dari gaji ke gaji.
Sadari bahwa kamu juga perlu menyiapkan kebutuhan untuk masa depan, gak hanya untuk beberapa hari dan bulan ke depan.
Nah, salah satu caranya adalah dengan menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi.
Kamu bisa menabung untuk dana darurat hingga tujuan-tujuan keuangan tertentu. Namun agar uangmu berkembang pesat di masa depan, jangan lupa juga untuk berinvestasi.
Secara bertahap selain menabung, kamu juga bisa berinvestasi di deposito, emas, atau pasar uang seperti saham dan reksadana jika ingin mendapatkan cuan yang lebih besar.
Melakukan kesalahan finansial tidak memandang besaran gaji.
Karena entah gajimu besar, sedang, atau pas-pasan, jika kamu kerap melakukan kesalahan finansial di atas, rasanya uang yang dimiliki jadi tetap terasa kurang.
Untuk itu, kamu bisa belajar untuk menyadari kesalahan itu, dan berusaha untuk menghindarinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar