Apa pun yang terjadi tahun 2022 lalu, memasuki tahun 2023 berarti membuka lembaran baru. Berharap tahun ini segalanya akan lebih baik dalam segala aspek. Mulai dari keluarga, pekerjaan, hingga keuangan.
Dalam dunia saham, para investor mengenal optimisme awal tahun ini sebagai January Effect.
Apa itu January Effect?
January Effect adalah sentimen positif harga saham di awal periode perdagangan awal tahun. Meski mungkin tahun sebelumnya harga saham jeblok, tetapi pasar tetap optimis bahwa akan ada kenaikan yang signifikan di awal tahun baru ini.
Makanya, di awal tahun pergerakan harga saham cenderung naik. Namun, ada juga beberapa studi yang menunjukkan penyebab harga saham mengalami kenaikan di awal tahun, yaitu:
1. Investor kerap menjual saham-saham kecil untuk menghindari pajak pada akhir tahun. Pada awal tahun, mereka akan membeli lagi saham tersebut.
2. Investor mendapat uang tambahan dari bonus akhir tahun. Uang tersebut digunakan untuk membeli banyak saham. Hasilnya, harga saham awal tahun pun melonjak.
3. Masyarakat mempunyai resolusi untuk memulai atau mengembangkan investasi di tahun baru.
4. Para manajer investasi ingin memperbaiki portofolio atau window dressing. Sehingga, mereka akan membeli lebih banyak saham unggulan atau big cap.
Biasanya, window dressing dilakukan pada bulan Desember yang kemudian diikuti oleh sentimen January Effect di bulan berikutnya.
January Effect Tahun 2023
Sayangnya, pada tahun 2021 dan 2022 lalu, January Effect tidak terjadi di pasar saham Indonesia. Ini tak mengherankan jika mengingat adanya pandemi dan dampak buruknya terhadap perekonomian.
Kabar baiknya, tahun ini pandemi sudah dapat dikendalikan. Sehingga, ada kemungkinan January Effect akan terjadi. Melihat pergerakan IHSG, beberapa sekuritas melihat kemungkinan positif di awal tahun.
Namun, pandemi belum sepenuhnya hilang. Masih ada potensi wabah kembali menyebar. Selain itu, inflasi juga tak bisa dihindari. Ini akan berimbas pada kenaikan suku bunga. Maka, investor saham tetap harus memperhatikan kedua faktor tersebut.
Terlepas dari adanya sentimen January Effect, investor memang harus optimis. Semua risiko sudah dipertimbangkan. Jadi, semestinya investor sudah siap dengan apa yang akan terjadi pada pasar saham tahun ini.








Joooosssss
BalasHapus